Jangan Ngaku Ke Jogja kalau Belum Mencicipi Ayam Penyetan Mas Kobis

Jangan Ngaku Ke Jogja kalau Belum Mencicipi Ayam Penyetan Mas Kobis
Mas Kobis
Sumber Gambar : Instagram.com/hobbykulinerr

Selain Gudeg, akhir-akhir ini Yogyakarta memang dikenal dengan surganya ayam geprek atau ayam penyet. Makanan seperti ini memang tergolong belum lama muncul. Awalnya banyak pembeli ayam goreng yang ingin ayamnya digeprek menjadi satu dengan sambal agar rasa pedas lebih terasa dan makannya lebih mudah. Warung ayam geprek yang wajib teman brisik cobain saat berkunjung ke Yogyakarta adalah Ayam Penyetan Mas Kobis.

Ayam Penyetan Mas Kobis berdiri pada tahun 1998, jauh sebelum ayam geprek dan ayam penyet menjadi tren di Yogyakarta. Pada awalnya, kedai ini merupakan warung makan ramesan yang letaknya berpindah-pindah. Kemudian, pertama kali dibuka kedai dengan nama Ayam Penyetan Mas Kobis berada di Jalan Alamanda, Depok Sleman Yogyakarta. Memang tempatnya tersembunyi namun cukup mudah dijangkau karena tidak jauh dari Universitas Negeri Yogyakarta, tepatnya berada di sebelah timur UNY. Mas Kobis sendiri sebenarnya adalah panggilan seorang pendiri kedai makan ini. Dijuluki Mas Kobis karena sering membeli kobis atau kol dalam jumlah banyak.

Hampir sama dengan menu penyetan lainnya, selain menjual ayam, Ayam Penyetan Mas Kobis juga menyediakan lele, terong, ikan, telur, tahu, dan tempe. Olahan ayam di sini sebelum digeprek adalah digoreng kering tanpa tepung. Demikian pula dengan menu makanan lain juga digoreng.Sesuai dengan namanya, menu yang tidak boleh ketinggalan adalah kobis goreng atau kol goreng. Kobis goreng di sini memiliki ciri khas berbeda dengan kol goreng di tempat lain. Cita rasa gurih dan manis menyatu dalam satu menu kobis goreng. Wajar jika kadang pengunjung kerap menunggu matang dari penggorengan karena kobis goreng yang sudah jadi sangat cepat habis.

Sambal bawang dengan sensasi pedas menjadi cita rasa unik lainnya yang tetap dipertahankan dari awal dibuka hingga saat ini. Tingkat kepedasannya dapat disesuaikan dengan selera. Pembeli dapat meminta jumlah cabai yang diinginkan kemudian penjual akan mengulek langsung di tempat. Selain cabai biasanya pembeli juga dapat menyesuaikan bumbu-bumbu lain sesuai selera, seperti jumlah bawang putih, takaran garam dan takaran micin. Semakin banyak cabai yang digunakan maka akan ada harga lebih.
 


Baca Selengkapnya